Feeds:
Pos
Komentar

Be There!!

Malang-Indramayu

Kabar gembira dan bahagia juga datang dari alumni yang saat ini sedang ‘berjuang’ di Malang. Sama seperti Dini (baca posting sebelumnya, Red), Nadia Afidati juga sedang merasakan kebahagiaan menunggu kehadiran buah hati tercinta. Di tengah ujian perjuangan seorang ibu, guru kita satu ini juga masih menyempatkan diri untuk meneruskan proyek menulis buku ajar Bahasa Arab untuk SMA bersama Zakiyah Arifa. Buku ajar Bahasa Arab ini diterbitkan oleh penerbit Misykat yang berkantor di Perumahan Landungsari Asri Blok D No 77. (bagi yang berminat, bisa langsung contact ke sana…) Lanjut Baca »

HAJAR & DiNI

Salam…
Whew! ternyata sudah lama sekali kami tidak melakukan up date blog. Maklum saja, ada banyak kesibukan yang harus dijalankan (hallah!!, alasan aja nich :-D ). Ada beberapa informasi terbaru  yang ingin kami sampaikan kepada rekan-rekan alumni Gontor Putri.

Berita pertama, Umi Fayhaq alias Hajar Syafwani, mantan Ketua Koor akan segera meninggalkan negara yang menjadi background cerita novel Ayat-ayat Cinta, 2 September nanti. “Tapi sebelum itu, aku mo ke dokter gigi dulu, nambal gigi nich,” katanya kepada salah satu moderator blog, dewi yuhana minggu (31/8/8).
“Loh, emangnya di sana ada tambal gigi juga to :-D
“Ada lah. Mo tambal gigi terakhir di luar negeri, githu loh…..”
“Huahahahaha :-D
“Produk luar kan beda, hahahaha”
“Oke lah, asal compatible ajah!. Jangan2 gigimu ga bisa nerima produk luar”
“Loh, malah ga bisa terima produk dalam negeri. Maklum, kan dah biasa hidup di luar negeri :-P

Btw eniwe baswe, saat ini Hajar Syafwani sudah diberi dua amanah cinta dari Allah, generasi calon pemimpin masa depan. Ok dech, titi dj en sampe Indo dengan selamat yach ;-)

***

Masih dari negara tetangga, kabar terbaru dan bahagia datang dari sahabat kita Fitria Rahma Dini. Alumni Gontor Putri asal Pontianak ini sedang melewati masa-masa bahagia sebagai calon ibu bersama sang suami dari Maldives. Whew! menurut kabar, Dini -panggilan akrabnya- akan segera menyusul suami tercinta setelah tugas belajar di Malaysia selesai. (Nah loh, sodara-sodari kita punya perwakilan alumni di Maldives. Ntar kalo mo traveling ke negara yang menurut penggambaran Dini bener2 an exotic island dengan bwaaaanyyyak pantai, tinggal calling dia ajah! syukur-syukur sekalian dikasih akomodasi sama tiket pesawatNa ;-) ).

 


Pantun Grasafany

Satu dua tiga dan empat

tambah empat jadi delapan

Salam rindu sayang dan hormat

hanya untuk anda yang budiman

Sungguh manis buah pepaya

Tapi sayang banyak getahnya

Sungguh cantik wajah aslinya

Tapi sayang tak ada yang punya

Ada buah di atas batang

Batang disentuh pasti bergoyang

Saya heran cowok sekarang

Rokok sebatang harus ngutang

***masih banyak seh pantun yang ditampilin pas Panggung Gembira Grasafany, tapi pas ngebaca lagi kok culun bangetz ya?!  ;-) 

Darussalam

 

Darussalam pondokku…kampung damai

Kau Tuluskan Jihadmu…demi Ilahi

Dari masa ke masa…kau berjihad

Kau teruskan idemu…perdamaian

Islam…tubuhmu

Islam…nyawamu

Islam…jalan hidupmu

Tauhid jiwamu

Ikhlas nafasmu

Mardhatilah…akhir tujuanmu

Kumohonkan Ilahi…agar engkau

Terlimpah rahmat Allah

Darussalam

Darussalam…Darussalam…Darussalam..

 

 

Jangan Berhenti BerpikiR

 

Anugerah akal yang sudah diberikan oleh Allah SWT tak hanya menjadi pelengkap, tapi juga harus dimanfaatkan. Karena itu jangan pernah berhenti berpikir, mencari ilmu, dan memperluas pengetahuan serta wawasan.

قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لايعلمون

NaDi ‘ARAbi

Berkomunikasi dan praktik langsung adalah cara cepat dan tepat dalam belajar bahasa asing. Santriwati Gontor Putri pun diwajibkan untuk berbicara  bahasa Arab dan Inggris sejak tiga bulan ia resmi tinggal di pondok. Mereka wajib menggunakan kosa kata baru yang sudah diberikan dalam sesi  muhadatsah pagi dan pelajaran di kelas.

Canggung? tentu saja. Karena  santriwati tak hanya harus mematuhi peraturan tersebut tapi juga dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan pondok, kehidupan  baru yang berbeda dari sebelumnya. Peraturan dan lingkungan pondok yang menuntut santriwati untuk bercakap dalam bahasa Arab dan Inggris memudahkan mereka menguasai keduanya.

Namun berbeda saat santriwati sudah lulus. Peraturan tak boleh berbahasa Indonesia sudah tidak berlaku lagi, santriwati yang selama ini terbiasa ngobrol, belajar, marah, nggosip alias ghibah, hingga bermimpi dalam bahasa asing, merasa bebas dan terlalu senang dengan tak adanya peraturan bahasa.

Akibatnya, keterampilan santriwati dalam berbahasa Arab dan Inggris luntur sedikit demi sedikit. Dulu cas, cis, cus, dan fasih, sekarang?. Fenomena inilah yang menginspirasi Pak Fuad Effendi, alumni Gontor Putra, yang juga tinggal di Malang untuk mendirikan dan memulai acara Nadi ‘Arabi.

“Ini adalah kelompok untuk bahasa Arab. Anggotanya ya alumni, dari putra dan putri, yang dapat berkumpul satu hingga dua kali sebulan dan selama pertemuan semua diwajibkan berbahasa Arab,” ucapnya Minggu (17/2/08).

Nah, bagi rekan-rekan alumni Gontor Putri (dan Putra) yang berdomisili di Malang Raya dan sekitarnya dapat ikut serta dalam acara ini. Jika berminat, dapat menghubungi Dewi, Kiki, atau Nadia.  

 


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.